citraswietenia's blog

Bogor Agricultural University

Praktikum 2 Penkom

March5

ram

summary system

hardisk

mouse5

keyboard

posted under General | No Comments »

SKPM – KSHE

February14

selamat malam. ini adalah update-an blog saya mungkin yang kedua setelah sebelumnya saat masih TPB saya sempat mem-publish tulisan saya di blog ini. tapi tenang, ini bukan pertama kalinya saya nge-blog kok. hehehehe. sebelumnya saya sudah punya blog pribadi yang dapat diakses di sini.

kali ini saya akan sedikit membahas tentang kuliah minor yang saya ambil beberapa waktu lalu. kebetulan angkatan saya sudah mengenal sistem klasterisasi, jadi minor yang disarankan sangat berhubungan dengan mayor.

kebetulan saya mengambil minor Pengelolaan Wisata Alam dan Jasa Lingkungan, salah satu mata kuliah yang saya ambil di semester 4 ini adalah Pendidikan Konservasi. saat kuliah minor perdana di semester 4, saya baru menyadari jika mayor dan minor yang saya ambil sangat berkaitan. jadi, saat kuliah mayor, saya mendapatkan teori dan saat kuliah minor saya menjadi tau bagaimana cara mengaplikasikan teori mayor yang saya dapat :D

posted under General | No Comments »

Kondisi Pertanian di Bogor

August7

Apa itu pertanian?

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Daerah pertanian di Indonesia

Sebenarnya seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah yang cocok untuk pertanian. Karena seperti yang telah kita ketahui, pertanian tidak melulu menyangkut sawah, mencangkul, padi dan petani. Yang membedakan daerah satu dengan daerah yang lainnya adalah hasil pertanian dan masalah-masalah pertanian yang dihadapi di setiap daerah. Misalnya saja di Bogor. Bogor merupakan salah satu daerah penghasil padi, kopi dan kapas. Yang mana padi, kopi dan kapas merupakan salah satu hasil pertanian yang ada di Indonesia.

Kondisi pertanian di Bogor

Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat dan terletak 54 km selatan Jakarta. Bogor dikenal juga dengan sebutan kota hujan karena curah hujannya yang tinggi. Bogor telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan dan penelitian pertanian di Indonesia. Karena di Bogor berbagai lembaga dan balai-balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19.

Seperti yang kita ketahui, di Bogor terdapat perguruan tinggi pertanian yang kualitasnya tidak perlu kita ragukan lagi. Tetapi hal tersebut tidak secara otomatis membuat pertanian di Bogor menjadi yang terbaik dan terdepan di Indonesia. Masalah pertanian juga masih dapat kita temukan di Bogor. Salah satu masalah pertanian di Bogor adalah lahan pertanian yang semakin lama semakin menyempit. Lahan pertanian merupakan hal utama dalam perkembangan pertanian. Bayangkan saja jika kita mempunyai sumber daya manusia yang baik untuk mengembangkan pertanian Indonesia, tetapi lahannya tidak ada?

Berdasarkan data, sejak 2008 lahan pertanian di Kota Bogor menyempit dari 1.006 hektare menjadi 787 hektare.

Menurut media online pikiran-rakyat.com, sedikitnya empat puluh persen lahan pertanian produktif di sejumlah lumbung pangan di Indonesia terancam hilang karena telah direncanakan untuk dikonversi sebagai lahan permukiman. Hal tersebut terjadi juga di Bogor.

Menurut Ketua Komisi B, DPRD Jawa Barat, Hasan Zaenal Abidin yang dikutip dari koranbogor.com, setiap saat, banyak lahan produktif yang berubah fungsi menjadi areal perumahan. Penyempitnya lahan pertanian di Bogor sebaiknya mendapatkan sorotan tersendiri dari pemerintah daerah, karena adanya penyempitan lahan pertanian di Bogor justru bukan menambah kemakmuran warga petani, tapi  hanya dinikmati segelintir oknum tertentu saja.

Solusi untuk masalah areal pertanian di Bogor

Dikutip dari harian Radar Bogor, menyikapi sempitnya lahan pertanian di Bogor, Dinas Pertanian menerapkan program peningkatan produktivitas dengan memanfaatkan local specific. Salah satu yang telah berjalan adalah rintisan beras sehat Kota Bogor. Program ini sudah dimulai sejak tahun 2003. Program ini menggunakan lahan pertanian yang tersisa. Jadi, sekecil apapun lahan pertanian yang ada, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk program ini. Hal ini bukan merupakan satu-satunya solusi untuk menyikapi masalah areal pertanian di Bogor. Masih banyak lagi yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan pertanian di Indonesia khususnya di Bogor.

 

CITRA DHYANI SWIETENIA

I34110052

FEMA – SKPM ’48

 

posted under General | No Comments »